LAPORAN
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS
MENINGKATKAN
KEMAMPUAN DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN
CENGKRONG KECAMATAN PASREPAN
Oleh
FITRI
NUR AINI
NIM
: 824692457
KEMENTERIAN
RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS
TERBUKA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UPBJJ
MALANG
PROGRAM
S1 PGSD
2016
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
NAMA
: FITRI NUR AINI
NIM : 824692457
Program
Studi : SI PGSD
Tempat
Mengajar : SDN Cengkrong
Jumlah
Pembelajaran : 1
x Siklus
Hari
Dan Tanggal Pelaksanaan : Sabtu,
7 Mei 2016 (Pra Siklus)
Sabtu, 14 Mei 2016 (Siklus I)
Masalah
yang merupakan fokus penelitian :
Cara
meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas II melalui penerapan Metode
Jarimatika di SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan.
Bangil,
5 Juni 2016
Menyetujui,
Tutor Mahasiswa
SRI UTAMI, M.Pd FITRI NUR AINI
NIM.
824692457
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan Laporan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Meningkatkan
Kemampuan Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakn Metode Jarimatika Pada
Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II SDN Cengkrong Pasrepan”.
Laporan ini disusun sebagai salah
satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan SI PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu
Penidikan Universitas Terbuka.
Penyusun
mengucapakna banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu
dari awal hingga tersusunnya laporan ini, khususnya kepada :
1. Bapak
Dr. Agus Santosa, M.Si selaku Kepala UPBJJ UT Malang.
2. Bapak
H. Nur Sobhi, SIP.MM selaku ketua pokjar Bangil
3. Ibu
Sri Utami, M.Pd selaku tutor pembimbing penyusunan
laporan penelitian tindakan kelas.
4. Bapak
Markasan, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Cengkrong Pasrepan.
5. Bagus
Febrianto, S.Pd.SD selaku guru kelas II SDN Cengkrong Pasrepan.
6. Bapak/Ibu
Guru serta siswa-siswi yang telah bekerja sama dan berpartisipasi dengan baik
dalam melaksanakan praktek mengajar.
7. Semua
pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini.
Penyusun menyadari
bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
Semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita semua, khususnya mahasiswa Universitas Terbuka SI PGSD
demi kemajuan dan kesuksesan dimasa yang akan datang dan bagi penyusun
utamanya.
Bangil,
5 Juni 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
LEMBAR
PENGESAHAN............................................................................... ii
KATA PENGANTAR....................................................................................... iii
DAFTAR ISI...................................................................................................... iv
ABSTRAK......................................................................................................... v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang........................................................................................ 1
1. Identifikasi
Masalah.......................................................................... 2
2. Analisis
Masalah............................................................................... 2
3. Alternatif
Pemecahan Masalah......................................................... 2
B. Rumusan
Masalah................................................................................... 3
C. Tujuan
Penelitian .................................................................................... 3
D. Manfaat
Penelitian.................................................................................. 3
BAB II KAJIAN
PUSTAKA
A. Kerangka
Teoritis.................................................................................... 4
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Subjek
Penelitian..................................................................................... 5
B. Deskripsi
per Siklus................................................................................. 6
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi
per siklus.................................................................................. 8
B. Pembahasan
dari setiap siklus................................................................. 9
BAB V KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
............................................................................................. 10
B. Saran
....................................................................................................... 10
ABSTRAK
Aini, Fitri Nur 2016. Meningkatkan Kemampuan Dan Hasil Belajar
Siswa Dengan Menggunakan Metode Jarimatika Dalam Pembelajaran Matematika kelas
II di SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan. Laporan Penelitian Tindakan Kelas,
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Program Sarjana, Universitas Terbuka Malang.
Pembimbing : Sri Utami, M.Pd
Kata kunci : kemampuan belajar, hasil
belajar, metode jarimatika.
Materi
pembelajaran matematika pembahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan siswa
mengalami penurunan minat pada mata pelajaran tersebut. Hal ini disebabkan
pemahaman siswa pada materi tersebut sangat rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan belajar siswa menyelesaikan masalah matematika siswa
pada pokok bahasan penjumlahan dan penguranagn bilangan kelas II SDN Cengkrong
Kecamatan Paserpan. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui hasil
peningkatan belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika.
Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran jarimatika dapat meningkatkan
kemampuan dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Cengkrong kecamatan
Paserpan. Hal ini dilihat dari data awal yang menunjukkan rata-rata kemampuan
berhitung siswa pada prasiklus yaitu 54,5 sedangkan pada siklus I 81,4 dan ketuntasan belajar 55%pada prasiklus dan
82% pada siklus I. Dengan menggunakan metode jarimatika, konsep matematika yang
sulit dimengerti siswa dapat dipahami dengan mudah.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Matematika merupakan salah satu mata
pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan frekuensi pelajaran yang lebih
banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Namun demikian banyak yang
menganggap bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling sulit,
menakutkan, menjenuhkan dan tidak menyenangkan.
Dalam kegiatan belajar mengajar,
siswa sebagai subjek dan objek dari kegiatan pengajaran. Sehingga inti dari
proses pengajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan.
Tercapai dan tidaknya tujuan pemebelajaran dapat dilihat dari hasil belajar
yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran selesai. Hasil belajar
merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran. Hasil belajar dipengaruhi
oleh kemampuan siswa dan tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses
pembelajaran. Menurut Nana Sudjana (2008: 147) dalam proses pembelajaran di
sekolah, guru hendaknya memilih dan menggunakan pendekatan, metode, strategi
dan teknik yang dapat melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental,
fisik, maupun sosial.
Saat ini berkembang macam-macam
metode untuk berhitung. Pada intinya semua metode adalah baik, semua anak
berhak untuk mempelajari teknik-teknik yang ada, sehingga mereka akan suatu
teknik. Salah satu metode yang telah berkembang untuk pembelajaran Matematika
khususnya dalam berhitung adalah pengajaran teknik Jarimatika.
Septi Peni
(2008: 17) Jarimatika adalah teknik berhitung mudah dan menyenagkan dengan
menggunakan jari-jari tangan. Metode hitung dengan jari tangan yang bertujuan
untuk membantu siswa dalam mengoperasikan aritmatika terutama dalam berhitung
penjumlahan dan pengurangan.
A.
Identifikasi Masalah
Permasalahan
yang dihadapi guru dan siswa berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar
siswa. Seperti halnya di SDN Cengkrong II Pasrepan, yaitu :
1.
Siswa kurang memperhatikan penjelasan
dari Guru.
2.
Sebagian siswa banyak yang membicarakan hal-hal diluar materi.
3.
Masih ada siswa yang mencontoh hasil
dari teman yang lain ketika mengerjakan.
B.
Analisis Masalah
Setelah masalah teridentifikasi,
maka penyebab munculnya masalah tersebut, yaitu :
1.
Guru kurang memperhatikan konsentrasi
siswa ketika menyampaikan materi.
2.
Guru tidak memberikan tugas individu.
3.
Guru menjelaskan materi terlalu cepat.
C.
Alternatif Pemecahan Masalah
Oleh
karena itu akan dipilih alternatif menggunakan Metode Jarimatika yang mungkin
dapat menjadi salah satu solusi atas masalah-masalah tersebut.
Berdasarkan dari analisis tersebut,
maka peneliti akan memaparkan hasil belajar siswa kelas II SDN Cengkrong
Kecamatan Pasrepan mulai dari paparan sebelum siklus atau lebih sering kita
sebut dengan pra siklus sampai dengan paparan data siklus I. Sehingga peneliti
mengambil judul “Meningkatkan Kemampuan
dan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Metode Jarimatika Dalam Pembelajaran
Matematika Siswa Kelas II SDN Cengkrong”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, maka masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Apakah
dengan menggunakan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran matematika?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai
dengan permasalahan diatas, penelitian ini ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui
hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode jarimatika.
D. Manfaat Penelitian
Hasil
penelitian dari tindakan kelas ini diharapkan memberi manfaat antara lain :
1. Bagi
Siswa
a. Meningkatkan
kemampuan dan hasil belajar siswa dalam berhitung penjumlahan dan pengurangan
menggunakan metode jarimatika.
b. Meningkatkan
prestasi belajar siswa di sekolah.
2. Bagi
Guru
a. Meningkatkan
efektivitas dan efesiensi pembelajaran.
b. Sebagai
pedoman untuk melaksanakan pembelajaran dan dapat mengoptimalkan penggunaan
media dalam pembelajaran matematika.
3. Bagi
Sekolah
a. Meningkatkan
hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran Matematika.
b. Memberikan
inovasi baru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran yang dapat disesuaikan
dengan perkembangan zaman.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A.
Kajian
Kemampuan Belajar
1.
Pengertian
Kemampuan
Menurut
Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996: 628) kata kemampuan
berasal dari kata mampu yang berarti kuasa, berada, kaya. Menurut kamus
bergambar Nur Kasanah dan Didik Tuminto (2007: 423) kemampuan adalah
kesanggupan, kecakapan atau kekuatan.
Berdasarkan pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa kemampuan adalah
kesanggupan, kecakapan atau kekuatan untuk menguasai atau mengerjakan sesuatu.
a.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Belajar
Dalam proses
belajar mengajar di sekolah, guru dan orang tua selalu mengharapkan agar
siswanya dapat memperoleh hasil yang sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuan
pendidikan yang dijabarkan dalam tujuan instruksional. Namun dalam kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar
sebagaimana yang diharapkan.
Hal ini disebabkan karena siswa sering mengalami kesulitan belajar yaitu
adanya faktor internal dan faktor eksternal, dimana kedua faktor tersebut
saling pengaruh mempengaruhi. Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan dijelaskan
satu persatu tentang faktor-faktor tersebut.
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari diri pribadi manusia itu
sendiri yang membawa pengaruh terhadap hasil belajar. Faktor internal ini terdiri dari
faktor psikologis.
Adapun faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar terdiri
dari :
a.
Bakat dan
Intelegensi
Merupakan faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya kemampuan belajar seseorang.
Bakat adalah kemampuan tertentu yang dimiliki seseorang sebagai kecakapan
pembawaan, sesuai yang dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto (1986:28) mengatakan
: “Bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang
berarti kecakapan pembawaan yaitu mengenai kesanggupan (potensi-potensi) yang
tertentu”.
Intelegensi dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan pada diri seseorang.
M. Ngalim Purwanto (1986:28) menyebutkan : “Kemampuan yang dibawa sejak lahir
yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu”.
Jika siswa berbakat dalam bidang studi matematika dan memiliki intelegensi
tinggi, dapat diharapkan siswa tersebut akan memiliki kemampuan yang tinggi.
Karena siswa itu lebih mudah memahami persoalan-persoalan yang ada dalam bidang
studi matematika, misalnya konsep-konsep abstrak lebih mudah dipahami.
Sebaliknya bagi siswa yang tidak memiliki bakat dan intelegensi yang tinggi
akan mengalami kelambatan dalam belajar.
Hal ini pada
akhirnya akan mengakibatkan kurangnya minat belajar siswa yang lambat dan akan
merasa betapa sukar materi matematika, sehingga akan timbul rasa bosan pada
diri siswa tersebut, akibatnya hasil yang diperoleh akan jauh dari yang
diharapkan.
b.
Minat
Pada umumnya minat yang tinggi akan menghasilkan kemampuan belajar yang
tinggi pula, artinya bila siswa belajar dengan penuh minat akan membantu
pemusatan pikiran dan kegembiraan dalam belajar. Hal ini sesuai dengan yang
dikemukakan oleh Slameto (1995:180) adalah sebagai berikut : “Bila siswa
menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan
yang dianggap penting dan bila siswa melihat banyak hasil dari pengalaman
belajar akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar siswa akan
berminat untuk mempelajarinya.
Begitu pula apabila siswa kurang berminat maka kegiatan belajar yang
dilakukan yang berhubungan dengan pelajaran tersebut dengan sendirinya akan
berkurang pula sehingga akan mencapai kemampuan yang rendah pula. Mengenai minat The Liang Gie (1975:12) mengemukakan : “Minat selain
memungkinkan pemusatan pemikiran, juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha
belajar”. Untuk memperoleh kemampuan belajar harus dengan perasaan senang,
karena belajar dengan perasaan yang tidak gembira akan membuat pelajaran itu
terasa sangat berat.
Minat erat kaitannya dengan kebutuhan, dalam hal ini minat sangat
dipengaruhi oleh kebutuhan. Apabila seseorang membutuhkan sesuatu, maka dengan
sendirinya ia akan mempengaruhi minat untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas
yang dapat memenuhi diri sendiri tanpa perlu dorongan orang lain.
Apabila ada minat maka sesuatu aktivitas akan dapat dilaksanakan dengan
baik tanpa ada rasa paksaan bagi dirinya. Sebagaimana dikemukakan oleh Kartini
(1985:63) menjelaskan bahwa : “Bila belajar tidak sesuai dengan minat anak,
maka anak tidak belajar dengan sebaik-baiknya”.
2. Faktor
Eksternal
Faktor eksternal adalah hal-hal atau situasi dari luar diri seseorang yang
dapat mempengaruhi kemampuan. Menurut Slameto (1995:60) mengatakan “Faktor
eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar seseorang salah
satunya faktor keluarga dan faktor sekolah.
a.
Faktor
Keluarga
Faktor keluarga mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang, karena orang
tua mempunyai pengaruh yang sangat besar. Orang tua yang dapat mendidik
anak-anaknya dengan cara memberi pendidikan yang baik tentu akan sukses dalam
belajarnya. Sebaliknya orang tua yang tidak menginginkan pendidikan
anak-anaknya, acuh tak acuh, bahkan tidak memperhatikan sama sekali, tentu
tidak akan berhasil dengan baik.
Peran keluarga dalam pendidikan sangat dominan seperti halnya pengaruh
orang tua terhadap anak-anaknya, cara orang tua mendidik, relasi antar
anggota-anggota keluarga, suasana keluarga dan keadaan ekonomi keluarga.
2. Faktor Sekolah dan Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan merupakan pusat pengembangan ilmu, lembaga pendidikan
juga mempengaruhi kemampuan belajar anak.
Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi proses belajar dari faktor ini
adalah sebagai berikut :
a.
Guru
Guru yang
efektif adalah guru yang berhasil mencapai kemampuan berdasarkan pengetahuan,
sikap dan keterampilan yang dimiliki dalam proses belajar mengajar, guru yang
efektif dapat mendukung kemampuan anak didik, sikap dan penampilan yang
dimiliki oleh guru sebagai pendidik, guru harus dapat memotivasi siswa,
membangkitkan minat siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar.
b.
Metode
Mengajar
Metode belajar dalam mengajar merupakan faktor yang harus dipelajari dalam
menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan dapat menentukan hasil seperti
yang diharapkan. Oleh karena itu bahan pelajaran sangat mempengaruhi dalam
belajar.
Bahan pelajaran yang lebih efektif disampaikan dengan peragaan, percobaan,
tanya jawab, diskusi dan sebagainya. Ada pula yang lebih disukai dengan
latihan, ringkasan dan hafalan. Guru harus menguasai teknik mengajar, bahan
pelajaran dan cara memotivasi siswa.
- Kurikulum Sekolah
Kurikulum diartikan sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa.
Pelajaran yang telah tersusun dengan baik tentu proses belajar mengajar akan dapat
terlaksana dengan baik pula. Kegiatan itu berupa penyajian bahan pelajaran agar
siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran.
- Fasilitas Belajar
Fasilitas belajar sekolah memadai ikut mempengaruhi proses belajar
mengajar. Perlengkapan ini tidak boleh diabaikan karena dalam proses belajar
mengajar membutuhkan peralatan atau fasilitas pendidikan yang mencukupi yang
dapat menunjang proses belajar mengajar. Mengenai hal ini Kartini Kartono
(1995:6) berpendapat bahwa : “Lengkap dan tidaknya peralatan belajar, baik yang
dimiliki siswa itu sendiri maupun yang dimiliki sekolah dapat menimbulkan
akibat tertentu terhadap kemampuan siswa. Kekurangan peralatan belajar dapat
membawa akibat yang negatif”.
Disamping tersedianya fasilitas-fasilitas belajar yang harus dimiliki oleh
lembaga pendidikan ataupun siswa itu sendiri, dan juga keterampilan menggunakan
fasilitas-fasilitas sangat dituntut dalam belajar.
2.
Metode
Rahyubi
(2012: 236) mengartikan “metode adalah suatu model cara yang dapat dilakukan
untuk menggelar aktivitas belajar-mengajar agar berjalan dengan baik”.
Darmadi (2010: 42) berpendapat bahwa “metode adalah cara atau jalan yang harus
dilalui untuk mencapai suatu tujuan”. Jadi metode adalah cara yang dapat
dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan baik.
3.
Jarimatika
Disamping
kemampuan membaca, ketrampilan berhitung adalah salah satu ketrampilan dasar
yang perlu dikuasai oleh anak-anak kita. Bila ketrampilan membaca dapat
memperluas cakrawala anak-anak kita, maka berhitung juga mempunyai banyak
manfaat, diantaranya: Agar anak kita dapat lebih memahami alam semesta dan
hokum-hukum yang berlaku di dalamnya, agar anak kita dapat melakukan
perencanaan dan evaluasi dengan baik saat dewasa nanti, agar anak-anak kita
dapat membuat rancangan dan konstruksi dengan benar. Yang juga tidak kalah
penting adalah agar anak-anak kita dapat berlaku adil. Kemudian agar mereka
bisa berbelanja dengan benar. Lalu juga agar mereka tidak mudah ditipu. Dan
tentu masih banyak lagi nilai pentingnya bagi kehidupan anak kita. Begitu
pentingnya ketrampilan berhitung ini, sehingga orang tua secara sadar maupun
tidak, seringkali ‘memaksa’ anak untuk segera menguasai berhitung dengan baik.
Begitu bersemangatnya orang tua dalam mendorong anak agar pandai berhitung,
acap kali kemudian menjadi kurang proporsional. Orang tua mulai panik kalau
anaknya dinilainya terlambat menguasai ketrampilan berhitung. Apalagi bila
orang tua melihat anak-anak yang sebaya sudah banyak yang menguasai ketrampilan
berhitung dengan baik, kepanikan bisa berkembang menjadi kejengkelan,
kemarahan, dsb. Padahal seperti halnya ketrampilan yang lain, untuk dapat
berhitung dengan baik diperlukan suatu proses: 1. Anak perlu untuk memahami
bilangan dan proses membilang 2. Kemudian mulai dikenalkan dengan lambang
bilangan 3. Setelah itu diajarkan konsep operasi hitung. Baru kemudian
dikenalkan aneka cara dan metode melakukan penghitungan.
Menurut Bruner (dalam
Ukhana,2011:31) belajar matematika meliputi belajar konsep-konsep dan struktur
matematika yang terdapat didalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan
antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu. Pembelajaran
matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan
situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual,
peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika.
Dalam proses belajar, anak sebaiknya diberi kesempatan memanipulasi benda-benda
atau alat peraga yang dirancang secara khusus dan dapat diotak atik oleh siswa
dalam memahami suatu konsep matematika. Melalui alat peraga yang ditelitinya
anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang
terdapat dalam benda yang diperhatikannya. Proses internalisasi akan terjadi
secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar secara optimal) jika
pengetahuan yang dipelajari itu dalam 3 model yaitu :
1. Model Tahap Enaktif
Dalam tahap ini
penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam
memanipulasi (mengotak-atik) objek.
2. Model Tahap Ikonik
Dalam tahap ini kegiatan
penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan
disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak,
berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang
dimanipulasinya.
3. Model Tahap Simbolis
Dalam tahap ini bahasa
adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi simbol-simbol atau
lambang-lambang objek tertentu. Menurut Skemp, belajar matematika melalui dua
tahap, yaitu tahap konkret dan tahap abstrak. Pada tahap konkret, anak memanipulasi
objek-objek konkret untuk dapat memhami ide-ide abstrak. Guru hendaknya memberi
kegiatan agar anak dapat menyusun struktur matematika sejelas mungkin sebelum
mereka dapat menggunakan pengetahuan awalnya sebagai dasar belajar pada tahap
berikutnya. (Pitajeng, 2006:36). Sering kita jumpai peserta didik kita tidak
suka matematika, susah memahami angka / bilangan dan enggan belajar berhitung,
kita pun pernah mengalami hal yang sama, padahal kita juga tahu bahwa berhitung
dan matematika merupakan hal yang penting untuk dikuasai. Maka permasalahan
yang seringkali muncul adalah : ketidak-sabaran (pada diri anak dan orangtua)
dan proses memaksa terpaksa (yang sangat tidak menyenangkan kedua belah pihak).
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal abstrak yang
berupa fakta, konsep, prinsip. Peserta didik SD sedang mengalami tahap berpikir
pra operasional dan operasional konkret. Untuk itu perlu adanya kemampuan
khusus guru untuk menjembatani antara dunia anak yang bersifat konkret dengan karakteristik
matematika yang abstrak. Pembelajaran akan efektif jika dilakukan dalam suasana
menyenangkan. Guru harus senantiasa mengupayakan situasi dan kondisi yang tidak
membosankan apalagi menakutkan bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dapat
ditempuh guru adalah dengan menerapkan trik-trik berhitung yang mempermudah dan
menyenangkan bagi peserta didik untuk melakukannya. Salah satu trik berhitung
yang menjadi tren saat ini adalah teknik jarimatika. Jarimatika memperkenalkan
kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan. Didalam
proses yang penuh kegembiraan itu anak dibimbing untuk bisa dan terampil
berhitung dengan benar. Jarimatika memberikan salah satu solusi dari
permasalahan-permasalahan tersebut,karena jarimatika memenuhi kaidah-kaidah
pembelajaran matematika yang membuat peserta didik merasakan bahwa pembelajaran
sangat menyenangkan dan menantang.
Prasetyono (2008:28)
menjelaskan bahwa jarimatika adalah gabungan dari kata ” jari” dan ”aritmatika”
yang diartikan sebagai cara proses hitung dengan mengunakan fungsi jari sebagai
alat bantu mengoperasikan operasi hitung. Sedangkan menurut Wulandani (2007:2)
mengemukakan jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan
mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah. Dimulai dengan
memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang
bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan
jari-jari tangan. Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira. Metode
ini ditemukan oleh Septi Peni Wulandari.
Jadi Jarimatika adalah suatu cara untuk berhitung dengan menggunakan
jari tangan, baik jari tangan kanan maupun jari tangan kiri.
Wulandani
(2009:21) juga menjelaskan bahwa metode
jarimatika disebut juga dengan
metode jari tangan, yaitu cara berhitung KaBaTaKu (operasi
Kali-Bagi-Tambah-Kurang) dengan menggunakan
jarimatika. Sintaks Metode jarimatika adalah :
a.
Tangan Kanan
Dalam jarimatika, tangan kanan digunakan untuk melambangkan
satuan. Berikut ini penjelasannya:
a.
Jari yang digunakan dalam metode Jarimatika untuk angka 1 sampai
10
Penggunaan jari kanan melambangkan nilai satuan sedangkan untuk jari kiri digunakan sebagai nilai puluhan. Karena penelitian ini
dilakukan di TK,maka angka yang digunakan hanya 1 sampai 20 saja. Berikut ini
penjelasannya:
Angka 1 diwakili oleh
jari telunjuk tangan kanan
Angka 2 diwakili oleh
jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan
Angka 3 diwakili oleh
jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kanan
Angka 4 diwakili oleh
jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kanan
Angka 5 diwakili oleh
jari jempol tangan kanan
Angka 6 diwakili oleh
jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan
Angka 7 diwakili oleh
jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kanan
Angka 8 diwakili oleh
jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kanan
Angka 9 diwakili oleh
kelima jari tangan kanan
Angka 10 diwakili oleh
jari telunjuk tangan kiri

Penggunaan jari untuk angka 11-20 sebagai
berikut:
+ = 11

+ = 12

+ = 13
b.
b. Jari yang digunakan
dalam metode Jarimatika untuk angka 11 sampai 15
Keterangan:
Angka
11 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan satu jari telunjuk tangan kanan.
Angka
12 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan
jari telunjuk serta jari tengah tangan kanan.
Angka 13 diwakili oleh jari telunjuk tangan
kiri dan jari telunjuk, tengah, serta jari manis tangan kanan.
Angka
14 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk, tengah, jari
manis serta jari kelingking tangan kanan.
Angka
15 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol tangan kanan.
Angka
16 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol serta jari telunjuk
tangan kanan.
Angka
17 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol, telunjuk serta jari
tengah tangan kanan.
Angka
18 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol, telunjuk, jari
tengah serta jari manis tangan kanan.
Angka
19 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan kelima jari tangan kanan.
Angka
20 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri
Contoh
penggunaan jarimatika adalah sebagai berikut:

=
Keterangan :
·
Pertama yang harus dipahami
adalah ketika menyelesaikan penjumlahan (+), digunakan kata “buka”.
·
Kedua, buka jari telunjuk
tangan kanan

Ketiga,
buka secara urut jari selanjutnya (masih di jari tangan kanan) sebanyak 5 kali
8 - 5 = 3
Keterangan :
Pertama yang harus dipahami adalah ketika menyelesaikan pengurangan
(-), digunakan kata “tutup”.
Kedua, buka jari jempol, telunjuk, jari tengah serta jari manis
tangan kanan.
Ketiga, tutup secara urut jari manis, jari tengah, jari telunjuk
serta jempol, kemudian jari
Adapun
kelebihan jarimatika adalah sebagai berikut:
1. Cepat hasil perhitungannya.
2. Nyata hasilnya langsung bisa kita dilihat di jari kita.
3. Menggembirakan anak saat digambarkan.
4. Tidak memberatkan memori otak.
5. Tidak memerlukan alat hitung.
6. Prakris dan selalu dibawah kemana-mana.
7. Bersifat universal.
8. Alatnya gratis.
Sedangkan
kelemahan jarimatika adalah :
1. Peserta didik harus menghafalkan formasi tangan dalam fingermathic.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Subjek
Penelitian
1.
Lokasi
Penelitian
Lokasi dilaksanakannya penelitian
ini adalah SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan.
2.
Waktu
Penelitian
Pelaksanaan
penelitian tindakan kelas dilakukan pada tanggal :
a. Tanggal
7 Mei 2016 : Pra Siklus
b. Tanggal
14 Mei 2016 : Siklus I
3.
Mata
Pelajaran
Mata
pelajaran yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah matematika
dengan sub pokok bahasan “Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan”.
4.
Karakteristik
Siswa
Pelaksanaan
penelitian ini dilakukan di kelas II dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa yang
terdiri dai 14 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Kapasitas tempat duduk
terdiri dari 13 meja dan 23 kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada
yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang diatas rata-rata.
B. Deskripsi Per Siklus
Penelitian
ini dilaksanakan dengan menggunakan I Siklus yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
1. Pra
Siklus
Dalam kegiatan pra siklus perlu
melakukan kegiatan observasi sebelum melakukan penelitian, yaitu dengan
melakukan wawancara terhadap guru dan siswa kelas II di SDN Cengkrong Pasrepan.
Serta melaksanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Kegiatan
awal
a. Apersepsi/motivasi
b. Menyampaikan
indikator dan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan
Inti
a. Guru
menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
b. Guru
menunjuk salah satu siswa untuk maju ke depan kelas untuk menjawab satu soal
yang diberikan.
c.
Siswa mengerjakan lembar kerja siswa
(LKS) yang telah dibagikan.
a.
Siswa bersama guru membahas Lembar Kerja
Siswa (LKS) yang telah dikerjakan.
3. Kegiatan
Penutup
a. Siswa
diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas.
b. Guru
bersama siswa bertanya jawab, memberikan penguatan dan penyimpulan.
c. Guru
menutup pelajaran.
2. Siklus
I
a. Perencanaan
Pada
tahap perencanaan langkah-langkah peneliti lakukan yaitu:
a. Menentukan
kapan penelitian dilaksanakan.
b. Membahas
materi yang akan disampaikan kepada siswa.
c. Menyusun
perangkat penelitian berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar
Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan oleh guru dalam pembelajaran.
d. Menyusun
dan mempersiapkan soal evaluasi untuk siswa yang akan diberikan pada akhir
pembelajaran.
e. Mempersiapkan
peralatan untuk mendokumentasikan aktivitas guru dan siswa pada saat proses
pembelajaran berlangsung.
b. Pelaksanaan
Pada
saat proses pelaksanaan tindakan, peneliti sebagai guru menerapkan metode
jarimatika dalam proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan.
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan yaitu:
1. Kegiatan
pendahuluan
a. Guru
mengucapkan salam, berdo’a dan kemudian menanyakan kehadiran siswa.
b. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran.
c. Guru
memberikan apersepsi berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan.
d. Guru
menjelaskan metode yang dilakukan dalam pembelajaran.
2. Kegiatan
inti
a.
Guru menjelaskan materi penjumlahan dan
pengurangan.
b.
Siswa bersama dengan guru melakukan
tanya jawab mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan.
c.
Guru dan siswa melakukan simulasi
penggunaan jari dalam metode jarimatika.
d.
Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa
(LKS) yang telah diberikan.
e.
Siswa dengan guru membahas Lembar Kerja
Siswa (LKS) yang telah dikerjakan.
f.
Siswa bersama dengan guru mengulas
kembali materi yangtelah dipelajari.
g.
Siswa bersama dengan guru menyimpulkan
materi yang telah dipelajari.
3. Kegiatan
Penutup
c. Siswa
diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas.
d. Siswa
diminta mengerjakan soal evaluasi yang telah dibagikan oleh guru.
e. Guru
menutup pelajaran.
f. Salam
penutup
c. Pengamatan
Pengamatan
dilaksanakan bersama-sama dengan pelakasanaan perbaikan. Pengamatan dilakukan
dengan menggunakan lembar hasil evaluasi siswa.
d. Pengumpulan
data/instrumen dan Analisis
1. Pengumpulan
Data / Instrumen
Teknik
pengumpulan data yang digunakan pada penelitian yaitu:
a. Silabus
b. Rencana
pembelajaran
c. Lembar
kerja siswa
d. Lembar
evaluasi
2. Analisis
Data
Instrumen
berupa tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah
proses belajar mengajar yang akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif
yaitu dengan mencari rata-rata. Rata-rata kelas yang diperoleh pada tiap siklus
dihitung selisihnya untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa.
Data
hasil observasi yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan metode
jarimatika akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan
menjelaskan hasil observasi melalui kata-kata. Data tersebut dibandingkan untuk
memperlihatkan pelaksaan metode jarimatika yang diterapkan pada saat pra siklus
dan siklus I.
Penelitian
tindakan kelas dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan rata-rata kelas
dan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya.
3. Refleksi
Refleksi
merupakan langkah untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan pada siklus I.
Pada tahap ini dilakukan analisis megenai kemampuan dan hasil belajar siswa
setelah menerapkan metode jarimatika. Hasil refleksi akan digunakan sebagai
tahap evaluasi dan menetapkan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini juga digunakan sebagai bahan rekomendasi untuk rancangan
tindakan selanjutnya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Penelitian
Pada
bagian ini dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan pembelajaran Matematika
materi penjumlahan dan pengurangan bilangan
dengan menggunakan metode jarimatika.
1. Deskripsi Hasil Pra Siklus
Prasiklus dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2016 menghasilkan
data berupa hasil pre test dan observasi. Pre test dilaksanakan untuk mengetahui
kemampuan siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sebelum diterapkan
metode jarimatika.
Hasil belajar siswa pada kondisi awal mata pelajaran
Matematika masih rendah. Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan hal
tersebut disebabkan karena model
pemebelajaran yang yang digunakan guru cenderung monoton dan membosankan,
padahal matematika merupakan pelajaran yang memerlukan cara berfikir extra
keras sehingga guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan
agar dapat menurunkan ketegangan berpikir siswa. Dari hasil tes yang dilakukan
siswa kelas II SDN Cengkrong pada kondisi awal sebelum penelitian menunjukkan
nilai rata-rata kelas 5,86 dengan ketuntasan belajar mencapai 54,5%.
Dari
data siswa pada kondisi awal sebelum penelitian tersebut diperoleh dari pra siklus
seperti yang tertera pada prosentase dan tabel sebagai berikut:
Gambar 1
Prosentase ketuntasan
belajar pra Siklus
Tabel 1
Rekapitulasi
Nilai Evaluasi Siswa Sebelum dilaksanakan penelitian
|
No
|
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Nilai Evaluasi
|
|
L
|
P
|
Nilai
|
T
|
|
1
|
Aziz Hanafi
|
L
|
-
|
6
|
T
|
|
2
|
Ahnaf Bima
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
3
|
Afifah
|
-
|
P
|
4
|
TT
|
|
4
|
Afiska Filiya
|
-
|
P
|
5
|
TT
|
|
5
|
Ahmad Hidatullah
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
6
|
Ainanda Putri
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
7
|
Aminur Rohman
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
8
|
Azemi
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
9
|
Choirun Nisak
|
-
|
P
|
5
|
TT
|
|
10
|
Irfan Maulana
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
11
|
Jainul Hasan
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
12
|
Karimatun Nisak
|
-
|
P
|
6
|
T
|
|
13
|
Kafit syaifudin
|
L
|
-
|
4
|
TT
|
|
14
|
M. Dafin Arzakillah
|
L
|
-
|
4
|
TT
|
|
15
|
Adlan Rofidi
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
16
|
M. Dimas Ismail
|
L
|
-
|
6
|
T
|
|
17
|
M. Nabil Mukarrom
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
18
|
M. Saifudin
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
19
|
M. Samsul Hadi
|
L
|
-
|
7
|
TT
|
|
20
|
M. Yazid Bustomi
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
21
|
Nanik Mukarromah
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
22
|
Nikmatul Fauriyah
|
-
|
P
|
4
|
T
|
|
|
14
|
8
|
129
|
12
|
|
Rata - Rata
|
5,86
|
54,5%
|
Berdasarkan tabel diatas dapat
dijelaskan bahwa nilai rata-rata soal evaluasi adalah 5,86 dan ketuntasana
belajar siswa mencapai 54,5% atau sebanyak 12 orang dari 22 siswa sudah tuntas
belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar
secara klaikal masih belum mencapai ketuntasan belajar, karena masih ada 10
orang siswa yang belum tuntas. Hal ini disebebkan karena siswa yang masih belum
bisa memahami dan mengerjakan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
2. Deskripsi Hasil Siklus I
a.
Perencanaan
Pada tahap perencanaan langkah-langkah yang peneliti
lakukan yaitu:
1. Peneliti
menentukan kapan penelitian dilakukan.
2. Peneliti
membahas materi yang akan disampaikan kepada siswa.
3. Peneliti
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS)
yang akan digunakan dalam pembelajaran.
4. Peneliti
menyusun dan mempersiapkan soal evaluasi untuk siswa yang akan diberikan apada
akhir pembelajaran.
5. Peneliti
menyiapkan alat pembelajaran yang mendukung.
b.
Pelaksanaan
Penelitian
Tindakan Kelas pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2016 dengan
materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Adapun langkah-langkah yang
dilakukan dalam perbaikan siklus I:
a. Pada
kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa
selanjutnya guru memeriksa kehadiran siswa.
b. Guru
menyiapkan alat dan bahan.
c. Guru
menyiapkan Lembar Kerja Siswa.
d. Guru
menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
e. Guru
mendemonstrasikan metode jarimatika yang akan digunakan dalam pembelajaran.
f. Guru
membimbing siswa untuk mensimulasikan penggunaan metode jarimatika.
g. Guru
memberikan soal evaluasi yang berhubungan dengan materi secara individu.
c.
Pengamatan
Pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar. Hasil pengamatan dan proses belajar mengajar dapat
dilihat pada prosentase dan tabel
berikut ini:
Gambar 1.2
Prosentase
ketuntasan belajar Siklus I
Tabel 1.2
Rekapitulasi
Nilai Evaluasi Siswa Setelah dilaksanakan penelitian.
|
No
|
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Nilai Evaluasi
|
|
L
|
P
|
Nilai
|
T/TT
|
|
1
|
Aziz Hanafi
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
2
|
Ahnaf Bima
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
3
|
Afifah
|
-
|
P
|
9
|
T
|
|
4
|
Afiska Filiya
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
5
|
Ahmad Hidatullah
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
6
|
Ainanda Putri
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
7
|
Aminur Rohman
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
8
|
Azemi
|
L
|
-
|
10
|
T
|
|
9
|
Choirun Nisak
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
10
|
Irfan Maulana
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
11
|
Jainul Hasan
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
12
|
Karimatun Nisak
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
13
|
Kafit syaifudin
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
14
|
M. Dafin Arzakillah
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
15
|
Adlan Rofidi
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
16
|
M. Dimas Ismail
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
17
|
M. Nabil Mukarrom
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
18
|
M. Saifudin
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
19
|
M. Samsul Hadi
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
20
|
M. Yazid Bustomi
|
L
|
-
|
10
|
T
|
|
21
|
Nanik Mukarromah
|
-
|
P
|
6
|
TT
|
|
22
|
Nikmatul Fauriyah
|
-
|
P
|
8
|
T
|
|
|
14
|
8
|
179
|
18
|
|
Rata - Rata
|
8,14
|
81,8%
|
Berdasarkan tabel diatas dapat
dijelaskan bahwa dengan menggunakan metode jarimatika diperoleh nilai rata-rata
hasil evaluasi adalah 8,14 dan ketuntasan belajar siswa mencapai 81,8% atau sebanyak 18 orang
dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses
kegiatan belajar mengajar sudah mencapai ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan
karena siswa sudah mulai mengerti dalam penggunaan metode jarimatika.
d.
Refleksi
Tahap
keempat dalam penelitian tindakan ini adalah refleksi. Refleksi proses
pembelajaran siklus I adalah sebagai sebagai berikut:
1. Kegiatan
pembelajaran dengan menggunakan metode jarimatika sudah berjalan dengan baik.
2. Siswa
sudah mulai bisa mengikuti penggunaan jari dalam jarimatika.
3. Berdasarkan
hasil observasi dapat diketahui bahwa minat belajar siswa cukup signifikan.
4. Pada
siklus I sebagian besar siswa telah mencapai nilai ketuntasan belajar minimal,
sehingga tidak perlu diadakan siklus II namun guru terus berusaha untuk memberi
motivasi pada siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal belajar.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan observasi hasil belajar
prasiklus yang dilakukan peneliti, diperoleh rata-rata kelas sebesar 5,86 dengan ketuntasan belajar klasikal hanya 54,5%.
Hal tersebut menggambarkan bahwa hasil
belajar matematika siswa masih rendah. Hal ini disebabkan karena penggunaan
model pembelajaran yang kurang tepat. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru,
sehingga siswa kurang aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
Pada siklus I pembelajaran
matematika memalui penerapan metode jarimatika telah dilaksanakan guru dengan
baik. Hal ini bisa dilihat dari aktifitas belajar siswa, hasil belajar, serta
dalam pelaksanaan pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan yang telah
direncanakan. Dengan demikian penggunaan metode jarimatika dapat meningkatkan
kemampuan berhitung dan hasil belajar siswa.
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan
kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode
jarimatika dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan
penjumlahan dan pengurangan bilangan siswa kelas II SDN Cengkrong kecamatan
Paserpan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas
yaitu pada saat prasiklus 54,5 menjadi 81,8 pada siklus I. Penerapan penggunaan
metode jarimatika berhasil meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar
siswa pada pembelajaran matematika.
B. Saran
Saran setelah pembelajaran dengan menerapkan
metode jarimatika pada siswa SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan adalah:
1. Saran
untuk guru
Guru bisa menerapkan metode jarimatika dalam proses belajar
mengajar khususnya dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan.
2. Saran
untuk sekolah
Sekolah mengizinkan dan mendukung untuk menerapkan jarimatika
dalam pembelajaran matematik, terutama dalam
pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan di Sekolah
DAFTAR PUSTAKA
A.Malik
dkk.1996. Matematika. Semarang.
Hirjan.
1993. Pola Mengajar Matematika. Yogyakarta:
Dirjendikdasmen.
R.
Soedjadi, dkk. 1995. Mari Berhitung. Jakarta:
Balai Pustaka.
Tim
Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Wulandani.
Septi Peni. 2005. Jarimatika. Jakarta:
Kawan Pustaka.
Tim
Bina Karya Guru. 2006. Terampil Berhitung
Matematika.jakarta : Erlangga.
Suciati,
Dr. 2003. Belajar dan Pembelajaran.
Modul 3. Motivasi dalam Pembelajaran.
Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
LAMPIRAN
Lampiran
1
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SDN Cengkrong Kecamatan
Pasrepan
Mata
Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : II / II
Tanggal : Sabtu, 14 Mei 2016
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit
A. Standar Kompetensi
1. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan.
B. Kompetensi Dasar
1.4 Melakukan penjumlahan dan
pengurangan bilangan sampai 500.
C. Indikator
1.4.5 Menjumlahkan bilang sampai 500.
1.4.6 Mengurangkan bilang sampai 500
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah
mempelajari materi bab ini , siswa diharapkan dapat :
·
Menjumlahkan bilangan sampai 500
·
Mengurangankan bilangan sampai 500
v Karakter Siswa yang diharapkan
: Tanggung jawab
( responsibility )
Berani ( courage ),
Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ).
E. Materi Pembelajaran
·
Penjumlahan dan pengurangan ( hasil
sampai 500).
F. Metode Pembelajaran
·
Metode tanya jawab
·
Metode demonstrasi
·
Metode jarimatika
G. Kegiatan
Pembelajaran
|
No
|
Langkah
Pembelajaran
|
waktu
|
|
1.
|
Kegiatan
awal :
-
Siswa berdo’a bersama ,
mengucapkan salam
-
Guru mengamati kehadiran dan
kerapian siswa.
Apersepsi
:
-
Guru memberikan contoh soal di
papan tulis.
Kegiatan
inti :
a.
Eksplorasi :
-
Guru Membimbing siswa untuk memahami penjumlahan dan pengurangan
bilangan.
-
Guru memberikan contoh soal di papan tulis.
-
Guru meminta siswa untuk menjawab beberapa soal di papan
tulis.
Elaborasi :
- Guru mendemonstrasikan penggunaan
metode jarimatika.
- Salah satu siswa diminta untuk
maju kedepan kelas untuk mensimulasikan metode jarimatika.
- Guru
membagikan soal evaluasi.
- Guru
menjelaskan cara
pengerjaannya soal evaluasi.
- Guru
berkeliling untuk mengamati kerja masing-masing siswa.
b.
Konfirmasi :
- Guru menunjukbeberapa siswa secara
acak untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.
c.
Kegiatan Akhir :
- Siswa
mengumpulkan tugas evaluasi.
- Guru
menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
- Guru menutup
pelajaran dengan pesan moral dan salam.
|
10 Menit
50 Menit
10 Menit
|
H. Media dan Sumber Belajar
a. BukuTerampil
Berhitung Matematika untuk SD kelas II.
b. Buku
LKS Matematika.
c. Buku
jarimatika
I.
Penilaian
a.
Prosedur penilaian
1. Penilaian
proses (tes lisan)
2. Penilaian
hasil (tes tulis)
b.
Instrumen penilaian
1. Intrumen
penilaian :
o
Rubrik penilaian proses
2. Instrumen
penilaian hasil
o
Evaluasi
o
Lembar Penilaian Hasil
o
Rubrik Penilaian Hasil
J.
Lampiran- lampiran
- Rangkuman Materi
-
Evaluasi
-
Lembar Penilaian
Pasuruan, 14 Mei 2016
Mengetahui
Guru
kelas
Mahasiswa
BAGUS FEBRIANTO, S.Pd.SD FITRI
NURAINI
NIM.
824692457
Kepala Sekolah
SDN
CENGKRONG
MARKASAN, S.Pd
NIP.
19600211 198112 1 003
Lampiran
2
Soal Evaluasi
Nama :
No. Absen :
Kelas :
Penjumlahan dan Pengurangan
Jawablah pertanyaan
dibawah ini dengan benar!
1.
76 + 130 =
2.
130+70 =
3.
147+125 =
4.
24+124+127 =
5.
125+32+137 =
6.
53-22 =
7.
85-64 =
8.
157-39-16 =
9.
241-25-108 =
10.
172-11-29 =
Lampiran
3
Kunci Jawaban
1.
206
2.
200
3.
272
4.
275
5.
294
6.
31
7.
21
8.
102
9.
108
10.
132
Lampiran 4
LEMBAR PENILAIAN
Hasil
Evaluasi Pra Siklus
|
No
|
Nama
|
Jenis
Kelamin
|
Nilai
Evaluasi
|
|
L
|
P
|
Nilai
|
T
|
|
1
|
Aziz
Hanafi
|
L
|
-
|
6
|
T
|
|
2
|
Ahnaf
Bima
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
3
|
Afifah
|
-
|
P
|
4
|
TT
|
|
4
|
Afiska
Filiya
|
-
|
P
|
5
|
TT
|
|
5
|
Ahmad
Hidatullah
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
6
|
Ainanda
Putri
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
7
|
Aminur
Rohman
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
8
|
Azzam
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
9
|
Choirun
Nisak
|
-
|
P
|
5
|
TT
|
|
10
|
Irfan
Maulana
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
11
|
Jainul
Hasan
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
12
|
Karimatun
Nisak
|
-
|
P
|
6
|
T
|
|
13
|
Kafit
syaifudin
|
L
|
-
|
4
|
TT
|
|
14
|
M.
Dafin Arzakillah
|
L
|
-
|
4
|
TT
|
|
15
|
Adlan
Rofidi
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
16
|
M.
Dimas Ismail
|
L
|
-
|
6
|
T
|
|
17
|
M.
Nabil Mukarrom
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
18
|
M.
Saifudin
|
L
|
-
|
5
|
TT
|
|
19
|
M.
Samsul Hadi
|
L
|
-
|
7
|
TT
|
|
20
|
M.
Yazid Bustomi
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
21
|
Nanik
Mukarromah
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
22
|
Nikmatul
Fauriyah
|
-
|
P
|
4
|
T
|
|
|
14
|
8
|
129
|
12
|
|
Rata
- Rata
|
5,86
|
54,5%
|
Lampiran
5
. FORMAT
KRITERIA PENILAIAN
Produk ( hasil diskusi )
|
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
|
1.
|
Konsep
|
* semua
benar
* sebagian
besar benar
* sebagian
kecil benar
* semua salah
|
4
3
2
1
|
Performansi
|
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
|
1.
2.
3.
|
Pengetahuan
Praktek
Sikap
|
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan
* aktif Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
|
4
2
1
4
2
1
4
2
1
|
Lampiran
6
LEMBAR PENILAIAN
|
No
|
Nama
|
Jenis
Kelamin
|
Nilai
Evaluasi
|
|
L
|
P
|
Nilai
|
T/TT
|
|
1
|
Aziz
Hanafi
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
2
|
Ahnaf
Bima
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
3
|
Afifah
|
-
|
P
|
9
|
T
|
|
4
|
Afiska
Filiya
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
5
|
Ahmad
Hidatullah
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
6
|
Ainanda
Putri
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
7
|
Aminur
Rohman
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
8
|
Azam
|
L
|
-
|
10
|
T
|
|
9
|
Choirun
Nisak
|
-
|
P
|
7
|
T
|
|
10
|
Irfan
Maulana
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
11
|
Jainul
Hasan
|
L
|
-
|
6
|
TT
|
|
12
|
Karimatun
Nisak
|
-
|
P
|
10
|
T
|
|
13
|
Kafit
syaifudin
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
14
|
M.
Dafin Arzakillah
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
15
|
Adlan
Rofidi
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
16
|
M.
Dimas Ismail
|
L
|
-
|
7
|
T
|
|
17
|
M.
Nabil Mukarrom
|
L
|
-
|
9
|
T
|
|
18
|
M.
Saifudin
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
19
|
M.
Samsul Hadi
|
L
|
-
|
8
|
T
|
|
20
|
M.
Yazid Bustomi
|
L
|
-
|
10
|
T
|
|
21
|
Nanik
Mukarromah
|
-
|
P
|
6
|
TT
|
|
22
|
Nikmatul
Fauriyah
|
-
|
P
|
8
|
T
|
|
|
14
|
8
|
179
|
18
|
|
Rata
- Rata
|
8,14
|
81,8%
|

Lampiran
7
Dokumentasi
pembelajaran