Minggu, 05 Juni 2016

Tugas 1 keterampilan Menulis







Nama               :FITRI NUR AINI
NIM                :824692457
Semester          :6
TUGAS 1
KETERAMPILAN MENULIS
1.      Menulis adalah sebuah kegiatan dalam berbahasa,menulis memiliki fungsi dan tujuan. Sebutkan dan jelaskan fungsi dan tujuan menulis!
2.      Wawasan,sikap,perilaku,dan kemampuan guru dalam mengajarkan menulis pada akhirnya dapat mendorong terciptanya mitos atau pendapat yang keliru tentang menulis dan pengajarannya. Dari sejumlah mitos tersebut bahwa menulis itu mudah. Jelaskan bagaimana menurut pendapat anda!
3.      Berdasarkan beberapa karangan terdapat karangan ilmiah dan karangan sastra. Rumuskanlah pengertian karangan ilmiah dan karangan sastra!
4.      Jelaskanlah tentang pendekatan menulis sebagai proses!
5.      Apakah yang diperlukan oleh seorang penulis untuk memiliki kemampuan memahami keadaan pembaca serta merasakan ketersampaian pesan-pesan yang dikemukakan. Bagaimana cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh kemampuan seperti itu?
6.      Jelaskan bahwa kalimat efektif dibangun oleh kepaduan dan  kevariasian!
Jawab :
1.      Fungsi dan tujuan menulis :
a.       Fungsi personal                       : mengekspresikan pikiran, sikap atau perasaan plakunya, yang diungkapkan melalui misal: surat, buku harian.
b.      Fungsi instrumental(direktif)  : yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
c.       Fungsi interaksional                : yaitu menjalin hubungan sosial.
d.      Fungsi informatif                    : menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan .
e.       Fungsi heuristik                       :yaitu belajar atau memperoleh informasi.
f.       Fungsi estetis                          : yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.
2.      Menulis dikatakan mudah apabila hanya sekedar mengetahui teori tentang menulis saja,tetapi menulis atau mengarang tidak semata-mata hanya teori saja melainkan mengarang merupakan akumulasi kemampuan yang terdiri dari berbagai daya (daya pikir, daya nalar, dan daya rasa) yang berkaitan dengan penguasaan persoalan kebahasaan, psikososial,tata tulis dan pengetahuan tentang isi tulisan tersebut.
3.      Karangan ilmiah didefinisikan sebagai tulisan atau karangan yang menyajikan hasil riset atau pemikiran keilmuan.
Karangan sastra didefinisikan sebagai tulisan atau karangan kreatif yang merefleksikan kehidupan nyata dan mengandung keindahan.
4.      Pendekatan menulis sebagai proses dapat diartikan sebagai pendekatan yang memandang bahwa kemampuan dan kegiatan menulis atau mengarang merupakan sebuah proses.sebagi sebuah proses, kemampuan menulis berkembang dan diperoleh secara bertahap memalui belajar, berlatih, serta pemberian balikan yang terus menerus.
5.      Dengan membaca berulang-ulang apa yang telah kita tulis dan memperbaiki tulisan yang dirasa kurang berkenan untuk pembaca.
6.      Kalimat efektif ialah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara tepat.

Laporan Penelitian Tindakan Kelas 2016



LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN  HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN CENGKRONG KECAMATAN PASREPAN


logo_universitas_terbuka.jpg

Oleh
FITRI NUR AINI
NIM : 824692457





KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI  DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UPBJJ MALANG
PROGRAM S1 PGSD
2016




                                    LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
                       
NAMA                                                : FITRI NUR AINI
NIM                                                    : 824692457
Program Studi                                     : SI PGSD
Tempat Mengajar                                : SDN Cengkrong
Jumlah Pembelajaran                           : 1 x Siklus
Hari Dan Tanggal Pelaksanaan           : Sabtu, 7 Mei 2016 (Pra Siklus)
                                                              Sabtu, 14 Mei 2016 (Siklus I)


Masalah yang merupakan fokus penelitian :
Cara meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas II melalui penerapan Metode Jarimatika di SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan.





                                                                        Bangil, 5 Juni 2016
Menyetujui,
            Tutor                                                   Mahasiswa


            SRI UTAMI, M.Pd                           FITRI NUR AINI
                                                                        NIM. 824692457

           





                                                KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Meningkatkan Kemampuan Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakn Metode Jarimatika Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II SDN Cengkrong  Pasrepan”.
            Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan SI PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Penidikan Universitas Terbuka.
Penyusun mengucapakna banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dari awal hingga tersusunnya laporan ini, khususnya kepada :
1.      Bapak Dr. Agus Santosa, M.Si selaku Kepala UPBJJ UT Malang.
2.      Bapak H. Nur Sobhi, SIP.MM selaku ketua pokjar Bangil
3.      Ibu Sri Utami, M.Pd selaku tutor  pembimbing penyusunan laporan penelitian tindakan kelas.
4.      Bapak Markasan, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Cengkrong Pasrepan.
5.      Bagus Febrianto, S.Pd.SD selaku guru kelas II SDN Cengkrong Pasrepan.
6.      Bapak/Ibu Guru serta siswa-siswi yang telah bekerja sama dan berpartisipasi dengan baik dalam melaksanakan praktek mengajar.
7.      Semua pihak yang telah membantu tersusunnya laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.
Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya mahasiswa Universitas Terbuka SI PGSD demi kemajuan dan kesuksesan dimasa yang akan datang dan bagi penyusun utamanya.

                                                                        Bangil, 5 Juni 2016


                                                                        Penulis
                                                DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................   i
LEMBAR PENGESAHAN...............................................................................   ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................   iii
DAFTAR ISI......................................................................................................   iv
ABSTRAK.........................................................................................................   v

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang........................................................................................   1
1.      Identifikasi Masalah..........................................................................   2
2.      Analisis Masalah...............................................................................   2
3.      Alternatif Pemecahan Masalah.........................................................   2
B.    Rumusan Masalah...................................................................................   3
C.    Tujuan Penelitian ....................................................................................   3
D.    Manfaat Penelitian..................................................................................   3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.    Kerangka Teoritis....................................................................................   4
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Subjek Penelitian.....................................................................................   5
B.    Deskripsi per Siklus.................................................................................   6
BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Deskripsi per siklus..................................................................................   8
B.    Pembahasan dari setiap siklus.................................................................   9
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan .............................................................................................   10
B.    Saran .......................................................................................................   10





ABSTRAK
Aini, Fitri Nur 2016. Meningkatkan Kemampuan Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Jarimatika Dalam Pembelajaran Matematika kelas II di SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan. Laporan Penelitian Tindakan Kelas, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Program Sarjana, Universitas Terbuka Malang. Pembimbing : Sri Utami, M.Pd
Kata kunci : kemampuan belajar, hasil belajar, metode jarimatika.

                Materi pembelajaran matematika pembahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan siswa mengalami penurunan minat pada mata pelajaran tersebut. Hal ini disebabkan pemahaman siswa pada materi tersebut sangat rendah.
                Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa menyelesaikan masalah matematika siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan penguranagn bilangan kelas II SDN Cengkrong Kecamatan Paserpan. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui hasil peningkatan belajar matematika dengan menggunakan metode jarimatika.
                Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran jarimatika dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Cengkrong kecamatan Paserpan. Hal ini dilihat dari data awal yang menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung siswa pada prasiklus yaitu 54,5 sedangkan pada siklus I 81,4  dan ketuntasan belajar 55%pada prasiklus dan 82% pada siklus I. Dengan menggunakan metode jarimatika, konsep matematika yang sulit dimengerti siswa dapat dipahami dengan mudah.




















                                                            BAB I
                                                PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan frekuensi pelajaran yang lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Namun demikian banyak yang menganggap bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling sulit, menakutkan, menjenuhkan dan tidak menyenangkan.
            Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa sebagai subjek dan objek dari kegiatan pengajaran. Sehingga inti dari proses pengajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan. Tercapai dan tidaknya tujuan pemebelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran selesai. Hasil belajar merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran. Hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses pembelajaran. Menurut Nana Sudjana (2008: 147) dalam proses pembelajaran di sekolah, guru hendaknya memilih dan menggunakan pendekatan, metode, strategi dan teknik yang dapat melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.
            Saat ini berkembang macam-macam metode untuk berhitung. Pada intinya semua metode adalah baik, semua anak berhak untuk mempelajari teknik-teknik yang ada, sehingga mereka akan suatu teknik. Salah satu metode yang telah berkembang untuk pembelajaran Matematika khususnya dalam berhitung adalah pengajaran teknik Jarimatika.
Septi Peni (2008: 17) Jarimatika adalah teknik berhitung mudah dan menyenagkan dengan menggunakan jari-jari tangan. Metode hitung dengan jari tangan yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengoperasikan aritmatika terutama dalam berhitung penjumlahan dan pengurangan.


A.            Identifikasi Masalah
Permasalahan yang dihadapi guru dan siswa berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Seperti halnya di SDN Cengkrong II Pasrepan, yaitu :
1.      Siswa kurang memperhatikan penjelasan dari Guru.
2.      Sebagian siswa banyak yang  membicarakan hal-hal diluar materi.
3.      Masih ada siswa yang mencontoh hasil dari teman yang lain ketika mengerjakan.
B.          Analisis Masalah
Setelah masalah teridentifikasi, maka penyebab munculnya masalah tersebut, yaitu :
1.      Guru kurang memperhatikan konsentrasi siswa ketika menyampaikan materi.
2.      Guru tidak memberikan tugas individu.
3.      Guru menjelaskan materi terlalu cepat.
C.     Alternatif  Pemecahan Masalah
   Oleh karena itu akan dipilih alternatif menggunakan Metode Jarimatika yang mungkin dapat menjadi salah satu solusi atas masalah-masalah tersebut.
Berdasarkan dari analisis tersebut, maka peneliti akan memaparkan hasil belajar siswa kelas II SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan mulai dari paparan sebelum siklus atau lebih sering kita sebut dengan pra siklus sampai dengan paparan data siklus I. Sehingga peneliti mengambil judul “Meningkatkan Kemampuan dan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Metode Jarimatika Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II SDN Cengkrong”.




     
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah dengan menggunakan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika?

C.    Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode jarimatika.

D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian dari tindakan kelas ini diharapkan memberi manfaat antara lain :
1.      Bagi Siswa
a.       Meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa dalam berhitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan metode jarimatika.
b.      Meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah.
2.      Bagi Guru
a.       Meningkatkan efektivitas dan efesiensi pembelajaran.
b.      Sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajaran dan dapat mengoptimalkan penggunaan media dalam pembelajaran matematika.
3.      Bagi Sekolah
a.       Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran Matematika.
b.      Memberikan inovasi baru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.


                                                            BAB II
                                                KAJIAN PUSTAKA

A.    Kajian Kemampuan Belajar
1.         Pengertian Kemampuan
            Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996: 628) kata kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa, berada, kaya. Menurut kamus bergambar Nur Kasanah dan Didik Tuminto (2007: 423) kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan atau kekuatan.
            Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa  kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan atau kekuatan untuk menguasai atau mengerjakan sesuatu.
a.        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Belajar
Dalam proses belajar mengajar di sekolah, guru dan orang tua selalu mengharapkan agar siswanya dapat memperoleh hasil yang sebaik-baiknya, sesuai dengan tujuan pendidikan yang dijabarkan dalam tujuan instruksional. Namun dalam kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar sebagaimana yang diharapkan.
Hal ini disebabkan karena siswa sering mengalami kesulitan belajar yaitu adanya faktor internal dan faktor eksternal, dimana kedua faktor tersebut saling pengaruh mempengaruhi. Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan dijelaskan satu persatu tentang faktor-faktor tersebut.
  1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari diri pribadi manusia itu sendiri yang membawa pengaruh terhadap hasil belajar. Faktor internal ini terdiri dari faktor psikologis.
Adapun faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar terdiri dari :

a.       Bakat dan Intelegensi
Merupakan faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya kemampuan belajar seseorang. Bakat adalah kemampuan tertentu yang dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan, sesuai yang dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto (1986:28) mengatakan : “Bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan pembawaan yaitu mengenai kesanggupan (potensi-potensi) yang tertentu”.
Intelegensi dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan pada diri seseorang. M. Ngalim Purwanto (1986:28) menyebutkan : “Kemampuan yang dibawa sejak lahir yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu”.
Jika siswa berbakat dalam bidang studi matematika dan memiliki intelegensi tinggi, dapat diharapkan siswa tersebut akan memiliki kemampuan yang tinggi. Karena siswa itu lebih mudah memahami persoalan-persoalan yang ada dalam bidang studi matematika, misalnya konsep-konsep abstrak lebih mudah dipahami. Sebaliknya bagi siswa yang tidak memiliki bakat dan intelegensi yang tinggi akan mengalami kelambatan dalam belajar.
Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan kurangnya minat belajar siswa yang lambat dan akan merasa betapa sukar materi matematika, sehingga akan timbul rasa bosan pada diri siswa tersebut, akibatnya hasil yang diperoleh akan jauh dari yang diharapkan.
b.      Minat
Pada umumnya minat yang tinggi akan menghasilkan kemampuan belajar yang tinggi pula, artinya bila siswa belajar dengan penuh minat akan membantu pemusatan pikiran dan kegembiraan dalam belajar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Slameto (1995:180) adalah sebagai berikut : “Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggap penting dan bila siswa melihat banyak hasil dari pengalaman belajar akan membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar siswa akan berminat untuk mempelajarinya.
Begitu pula apabila siswa kurang berminat maka kegiatan belajar yang dilakukan yang berhubungan dengan pelajaran tersebut dengan sendirinya akan berkurang pula sehingga akan mencapai kemampuan yang rendah pula. Mengenai minat The Liang Gie (1975:12) mengemukakan : “Minat selain memungkinkan pemusatan pemikiran, juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar”. Untuk memperoleh kemampuan belajar harus dengan perasaan senang, karena belajar dengan perasaan yang tidak gembira akan membuat pelajaran itu terasa sangat berat.
Minat erat kaitannya dengan kebutuhan, dalam hal ini minat sangat dipengaruhi oleh kebutuhan. Apabila seseorang membutuhkan sesuatu, maka dengan sendirinya ia akan mempengaruhi minat untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang dapat memenuhi diri sendiri tanpa perlu dorongan orang lain.
Apabila ada minat maka sesuatu aktivitas akan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ada rasa paksaan bagi dirinya. Sebagaimana dikemukakan oleh Kartini (1985:63) menjelaskan bahwa : “Bila belajar tidak sesuai dengan minat anak, maka anak tidak belajar dengan sebaik-baiknya”.

            2.  Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah hal-hal atau situasi dari luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi kemampuan. Menurut Slameto (1995:60) mengatakan “Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar seseorang salah satunya faktor keluarga dan faktor sekolah.
a.       Faktor Keluarga
Faktor keluarga mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang, karena orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar. Orang tua yang dapat mendidik anak-anaknya dengan cara memberi pendidikan yang baik tentu akan sukses dalam belajarnya. Sebaliknya orang tua yang tidak menginginkan pendidikan anak-anaknya, acuh tak acuh, bahkan tidak memperhatikan sama sekali, tentu tidak akan berhasil dengan baik.
Peran keluarga dalam pendidikan sangat dominan seperti halnya pengaruh orang tua terhadap anak-anaknya, cara orang tua mendidik, relasi antar anggota-anggota keluarga, suasana keluarga dan keadaan ekonomi keluarga.
            2.  Faktor Sekolah dan Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan merupakan pusat pengembangan ilmu, lembaga pendidikan juga mempengaruhi kemampuan belajar anak.
Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi proses belajar dari faktor ini adalah sebagai berikut :
a.       Guru
Guru yang efektif adalah guru yang berhasil mencapai kemampuan berdasarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki dalam proses belajar mengajar, guru yang efektif dapat mendukung kemampuan anak didik, sikap dan penampilan yang dimiliki oleh guru sebagai pendidik, guru harus dapat memotivasi siswa, membangkitkan minat siswa dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar.
b.      Metode Mengajar
Metode belajar dalam mengajar merupakan faktor yang harus dipelajari dalam menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan dapat menentukan hasil seperti yang diharapkan. Oleh karena itu bahan pelajaran sangat mempengaruhi dalam belajar.
Bahan pelajaran yang lebih efektif disampaikan dengan peragaan, percobaan, tanya jawab, diskusi dan sebagainya. Ada pula yang lebih disukai dengan latihan, ringkasan dan hafalan. Guru harus menguasai teknik mengajar, bahan pelajaran dan cara memotivasi siswa.
  1. Kurikulum Sekolah
Kurikulum diartikan sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Pelajaran yang telah tersusun dengan baik tentu proses belajar mengajar akan dapat terlaksana dengan baik pula. Kegiatan itu berupa penyajian bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran.
  1. Fasilitas Belajar
Fasilitas belajar sekolah memadai ikut mempengaruhi proses belajar mengajar. Perlengkapan ini tidak boleh diabaikan karena dalam proses belajar mengajar membutuhkan peralatan atau fasilitas pendidikan yang mencukupi yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Mengenai hal ini Kartini Kartono (1995:6) berpendapat bahwa : “Lengkap dan tidaknya peralatan belajar, baik yang dimiliki siswa itu sendiri maupun yang dimiliki sekolah dapat menimbulkan akibat tertentu terhadap kemampuan siswa. Kekurangan peralatan belajar dapat membawa akibat yang negatif”.
Disamping tersedianya fasilitas-fasilitas belajar yang harus dimiliki oleh lembaga pendidikan ataupun siswa itu sendiri, dan juga keterampilan menggunakan fasilitas-fasilitas sangat dituntut dalam belajar.

2.      Metode
Rahyubi (2012: 236) mengartikan “metode adalah suatu model cara yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar-mengajar agar berjalan dengan baik”.  Darmadi (2010: 42) berpendapat bahwa “metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan”. Jadi metode adalah cara yang dapat dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan baik.

3.       Jarimatika
Disamping kemampuan membaca, ketrampilan berhitung adalah salah satu ketrampilan dasar yang perlu dikuasai oleh anak-anak kita. Bila ketrampilan membaca dapat memperluas cakrawala anak-anak kita, maka berhitung juga mempunyai banyak manfaat, diantaranya: Agar anak kita dapat lebih memahami alam semesta dan hokum-hukum yang berlaku di dalamnya, agar anak kita dapat melakukan perencanaan dan evaluasi dengan baik saat dewasa nanti, agar anak-anak kita dapat membuat rancangan dan konstruksi dengan benar. Yang juga tidak kalah penting adalah agar anak-anak kita dapat berlaku adil. Kemudian agar mereka bisa berbelanja dengan benar. Lalu juga agar mereka tidak mudah ditipu. Dan tentu masih banyak lagi nilai pentingnya bagi kehidupan anak kita. Begitu pentingnya ketrampilan berhitung ini, sehingga orang tua secara sadar maupun tidak, seringkali ‘memaksa’ anak untuk segera menguasai berhitung dengan baik. Begitu bersemangatnya orang tua dalam mendorong anak agar pandai berhitung, acap kali kemudian menjadi kurang proporsional. Orang tua mulai panik kalau anaknya dinilainya terlambat menguasai ketrampilan berhitung. Apalagi bila orang tua melihat anak-anak yang sebaya sudah banyak yang menguasai ketrampilan berhitung dengan baik, kepanikan bisa berkembang menjadi kejengkelan, kemarahan, dsb. Padahal seperti halnya ketrampilan yang lain, untuk dapat berhitung dengan baik diperlukan suatu proses: 1. Anak perlu untuk memahami bilangan dan proses membilang 2. Kemudian mulai dikenalkan dengan lambang bilangan 3. Setelah itu diajarkan konsep operasi hitung. Baru kemudian dikenalkan aneka cara dan metode melakukan penghitungan.
Menurut Bruner (dalam Ukhana,2011:31) belajar matematika meliputi belajar konsep-konsep dan struktur matematika yang terdapat didalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu. Pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Dalam proses belajar, anak sebaiknya diberi kesempatan memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang dirancang secara khusus dan dapat diotak atik oleh siswa dalam memahami suatu konsep matematika. Melalui alat peraga yang ditelitinya anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses belajar secara optimal) jika pengetahuan yang dipelajari itu dalam 3 model yaitu :
1. Model Tahap Enaktif
Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak-atik) objek.
2. Model Tahap Ikonik
Dalam tahap ini kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak, berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya.
3. Model Tahap Simbolis
Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Menurut Skemp, belajar matematika melalui dua tahap, yaitu tahap konkret dan tahap abstrak. Pada tahap konkret, anak memanipulasi objek-objek konkret untuk dapat memhami ide-ide abstrak. Guru hendaknya memberi kegiatan agar anak dapat menyusun struktur matematika sejelas mungkin sebelum mereka dapat menggunakan pengetahuan awalnya sebagai dasar belajar pada tahap berikutnya. (Pitajeng, 2006:36). Sering kita jumpai peserta didik kita tidak suka matematika, susah memahami angka / bilangan dan enggan belajar berhitung, kita pun pernah mengalami hal yang sama, padahal kita juga tahu bahwa berhitung dan matematika merupakan hal yang penting untuk dikuasai. Maka permasalahan yang seringkali muncul adalah : ketidak-sabaran (pada diri anak dan orangtua) dan proses memaksa terpaksa (yang sangat tidak menyenangkan kedua belah pihak). Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal abstrak yang berupa fakta, konsep, prinsip. Peserta didik SD sedang mengalami tahap berpikir pra operasional dan operasional konkret. Untuk itu perlu adanya kemampuan khusus guru untuk menjembatani antara dunia anak yang bersifat konkret dengan karakteristik matematika yang abstrak. Pembelajaran akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan. Guru harus senantiasa mengupayakan situasi dan kondisi yang tidak membosankan apalagi menakutkan bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dapat ditempuh guru adalah dengan menerapkan trik-trik berhitung yang mempermudah dan menyenangkan bagi peserta didik untuk melakukannya. Salah satu trik berhitung yang menjadi tren saat ini adalah teknik jarimatika. Jarimatika memperkenalkan kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan. Didalam proses yang penuh kegembiraan itu anak dibimbing untuk bisa dan terampil berhitung dengan benar. Jarimatika memberikan salah satu solusi dari permasalahan-permasalahan tersebut,karena jarimatika memenuhi kaidah-kaidah pembelajaran matematika yang membuat peserta didik merasakan bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan menantang.  
Prasetyono (2008:28) menjelaskan bahwa jarimatika adalah gabungan dari kata ” jari” dan ”aritmatika” yang diartikan sebagai cara proses hitung dengan mengunakan fungsi jari sebagai alat bantu mengoperasikan operasi hitung. Sedangkan menurut Wulandani (2007:2) mengemukakan jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah. Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan. Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira. Metode ini ditemukan oleh Septi Peni Wulandari.  Jadi Jarimatika adalah suatu cara untuk berhitung dengan menggunakan jari tangan, baik jari tangan kanan maupun jari tangan kiri.
Wulandani (2009:21) juga menjelaskan bahwa metode  jarimatika  disebut  juga  dengan metode jari tangan,  yaitu  cara berhitung KaBaTaKu (operasi Kali-Bagi-Tambah-Kurang)  dengan  menggunakan  jarimatika. Sintaks Metode jarimatika adalah :
a.       Tangan Kanan
Dalam jarimatika, tangan kanan digunakan untuk melambangkan satuan. Berikut ini penjelasannya:









https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg,https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg

 





a.    Jari yang digunakan dalam metode Jarimatika untuk angka 1 sampai 10
Penggunaan jari kanan melambangkan nilai satuan sedangkan untuk jari kiri digunakan sebagai nilai puluhan. Karena penelitian ini dilakukan di TK,maka angka yang digunakan hanya 1 sampai 20 saja. Berikut ini penjelasannya:
Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk tangan kanan
Angka 2 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan
Angka 3 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kanan
Angka 4 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kanan
Angka 5 diwakili oleh jari jempol tangan kanan
Angka 6 diwakili oleh jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan
Angka 7 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kanan
Angka 8 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kanan
Angka 9 diwakili oleh kelima jari tangan kanan
Angka 10 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpgPenggunaan jari untuk angka 11-20 sebagai berikut:
                            +                                = 11







https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg

 


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg                                              +                                 = 12


 
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg                                +                   = 13

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg                                +                    = 14https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpg   

                            
b.                                                    b.  Jari yang digunakan dalam metode Jarimatika untuk angka 11 sampai 15
Keterangan:
Angka 11 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan satu jari telunjuk tangan kanan.
Angka 12 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan  jari telunjuk serta jari tengah tangan kanan.
 Angka 13 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk, tengah, serta jari manis tangan kanan.
Angka 14 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk, tengah, jari manis serta jari kelingking tangan kanan.
Angka 15 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol tangan kanan.
Angka 16 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol serta jari telunjuk tangan kanan.
Angka 17 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol, telunjuk serta jari tengah tangan kanan.
Angka 18 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan jari jempol, telunjuk, jari tengah serta jari manis tangan kanan.
Angka 19 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri dan kelima jari tangan kanan.
Angka 20 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri
Contoh penggunaan jarimatika adalah sebagai berikut:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a6/Jarimatika_kanan.jpg/200px-Jarimatika_kanan.jpgimages.jpg       =                                   
Keterangan :
·         Pertama yang harus dipahami adalah ketika menyelesaikan penjumlahan (+), digunakan kata “buka”.
·         Kedua, buka jari telunjuk tangan kanan
images.jpgimages.jpgKetiga, buka secara urut jari selanjutnya (masih di jari tangan kanan) sebanyak 5 kali

           
                     8            -            5                =              3
Keterangan :
Pertama yang harus dipahami adalah ketika menyelesaikan pengurangan
(-), digunakan kata “tutup”.
Kedua, buka jari jempol, telunjuk, jari tengah serta jari manis tangan kanan.
Ketiga, tutup secara urut jari manis, jari tengah, jari telunjuk serta jempol, kemudian jari
Adapun kelebihan jarimatika adalah sebagai berikut:
1. Cepat hasil perhitungannya.
2. Nyata hasilnya langsung bisa kita dilihat di jari kita.
3. Menggembirakan anak saat digambarkan.
4. Tidak memberatkan memori otak.
5. Tidak memerlukan alat hitung.
6. Prakris dan selalu dibawah kemana-mana.
7. Bersifat universal.
8. Alatnya gratis.
Sedangkan kelemahan jarimatika adalah :
1.      Peserta didik harus menghafalkan formasi tangan dalam fingermathic.

                                                            BAB III
                                    PELAKSANAAN PENELITIAN

A.    Subjek Penelitian
1.      Lokasi Penelitian 
Lokasi dilaksanakannya penelitian ini adalah SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan.
2.    Waktu Penelitian
            Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan pada tanggal :
a.       Tanggal 7 Mei 2016    : Pra Siklus
b.      Tanggal 14 Mei 2016  : Siklus I
3.    Mata Pelajaran
            Mata pelajaran yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah matematika dengan sub pokok bahasan “Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan”.
4.    Karakteristik Siswa
            Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di kelas II dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa yang terdiri dai 14 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri dari 13 meja dan 23 kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang diatas rata-rata.

B.  Deskripsi Per Siklus
                             Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan I Siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
1.    Pra Siklus
Dalam kegiatan pra siklus perlu melakukan kegiatan observasi sebelum melakukan penelitian, yaitu dengan melakukan wawancara terhadap guru dan siswa kelas II di SDN Cengkrong Pasrepan. Serta melaksanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1.    Kegiatan awal
a.       Apersepsi/motivasi
b.      Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.
2.    Kegiatan Inti
a.       Guru menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
b.      Guru menunjuk salah satu siswa untuk maju ke depan kelas untuk menjawab satu soal yang diberikan.
c.         Siswa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS) yang telah dibagikan.
a.         Siswa bersama guru membahas Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah dikerjakan.
3.    Kegiatan Penutup
a.       Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas.
b.      Guru bersama siswa bertanya jawab, memberikan penguatan dan penyimpulan.
c.       Guru menutup pelajaran.

2.      Siklus I
a.       Perencanaan
                        Pada tahap perencanaan langkah-langkah peneliti lakukan yaitu:
a.       Menentukan kapan penelitian dilaksanakan.
b.      Membahas materi yang akan disampaikan kepada siswa.
c.       Menyusun perangkat penelitian berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan oleh guru dalam pembelajaran.
d.      Menyusun dan mempersiapkan soal evaluasi untuk siswa yang akan diberikan pada akhir pembelajaran.
e.       Mempersiapkan peralatan untuk mendokumentasikan aktivitas guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
b.    Pelaksanaan
                 Pada saat proses pelaksanaan tindakan, peneliti sebagai guru menerapkan metode jarimatika dalam proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan yaitu:
1.      Kegiatan pendahuluan
a.    Guru mengucapkan salam, berdo’a dan kemudian menanyakan kehadiran siswa.
b.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c.    Guru memberikan apersepsi berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan.
d.   Guru menjelaskan metode yang dilakukan dalam pembelajaran.
2.      Kegiatan inti
a.         Guru menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan.
b.        Siswa bersama dengan guru melakukan tanya jawab mengenai penjumlahan dan pengurangan bilangan.
c.         Guru dan siswa melakukan simulasi penggunaan jari dalam metode jarimatika.
d.        Siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah diberikan.
e.         Siswa dengan guru membahas Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah dikerjakan.
f.         Siswa bersama dengan guru mengulas kembali materi yangtelah dipelajari.
g.        Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
3.      Kegiatan Penutup
c. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas.
d.      Siswa diminta mengerjakan soal evaluasi yang telah dibagikan oleh guru.
e. Guru menutup pelajaran.
f. Salam penutup
c.       Pengamatan
Pengamatan dilaksanakan bersama-sama dengan pelakasanaan perbaikan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar hasil evaluasi siswa.
d.      Pengumpulan data/instrumen dan Analisis
1.    Pengumpulan Data / Instrumen
          Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian yaitu:
a.     Silabus
b.    Rencana pembelajaran
c.     Lembar kerja siswa
d.    Lembar evaluasi
2.    Analisis Data
          Instrumen berupa tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah proses belajar mengajar yang akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata. Rata-rata kelas yang diperoleh pada tiap siklus dihitung selisihnya untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa.
          Data hasil observasi yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan metode jarimatika akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan menjelaskan hasil observasi melalui kata-kata. Data tersebut dibandingkan untuk memperlihatkan pelaksaan metode jarimatika yang diterapkan pada saat pra siklus dan siklus I.
          Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan rata-rata kelas dan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya.
3.    Refleksi
          Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Pada tahap ini dilakukan analisis megenai kemampuan dan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode jarimatika. Hasil refleksi akan digunakan sebagai tahap evaluasi dan menetapkan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini juga digunakan sebagai bahan rekomendasi untuk rancangan tindakan selanjutnya.






























                                                            BAB IV
                        HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian
                        Pada bagian ini dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan pembelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan  dengan menggunakan metode jarimatika.

1.    Deskripsi Hasil Pra Siklus
          Prasiklus dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2016 menghasilkan data berupa hasil pre test dan observasi. Pre test dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sebelum diterapkan metode jarimatika.
          Hasil belajar siswa pada kondisi awal mata pelajaran Matematika masih rendah. Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan hal tersebut disebabkan karena  model pemebelajaran yang yang digunakan guru cenderung monoton dan membosankan, padahal matematika merupakan pelajaran yang memerlukan cara berfikir extra keras sehingga guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan agar dapat menurunkan ketegangan berpikir siswa. Dari hasil tes yang dilakukan siswa kelas II SDN Cengkrong pada kondisi awal sebelum penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas 5,86 dengan ketuntasan belajar mencapai 54,5%.
          Dari data siswa pada kondisi awal sebelum penelitian tersebut diperoleh dari pra siklus seperti yang tertera pada prosentase dan tabel sebagai berikut:







Gambar 1
Prosentase ketuntasan belajar pra Siklus



Tabel 1
Rekapitulasi  Nilai Evaluasi Siswa Sebelum dilaksanakan penelitian
No
Nama
Jenis Kelamin
Nilai Evaluasi
L
P
Nilai
T
1
Aziz Hanafi
L
-
6
T
2
Ahnaf Bima
L
-
7
T
3
Afifah
-
P
4
TT
4
Afiska Filiya
-
P
5
TT
5
Ahmad Hidatullah
L
-
8
T
6
Ainanda Putri
-
P
7
T
7
Aminur Rohman
L
-
7
T
8
Azemi
L
-
5
TT
9
Choirun Nisak
-
P
5
TT
10
Irfan Maulana
L
-
7
T
11
Jainul Hasan
L
-
7
T
12
Karimatun Nisak
-
P
6
T
13
Kafit syaifudin
L
-
4
TT
14
M. Dafin Arzakillah
L
-
4
TT
15
Adlan Rofidi
L
-
5
TT
16
M. Dimas Ismail
L
-
6
T
17
M. Nabil Mukarrom
L
-
5
TT
18
M. Saifudin
L
-
5
TT
19
M. Samsul Hadi
L
-
7
TT
20
M. Yazid Bustomi
L
-
7
T
21
Nanik Mukarromah
-
P
7
T
22
Nikmatul Fauriyah
-
P
4
T

14
8
129
12
Rata - Rata
5,86
54,5%

            Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata soal evaluasi adalah 5,86 dan ketuntasana belajar siswa mencapai 54,5% atau sebanyak 12 orang dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar secara klaikal masih belum mencapai ketuntasan belajar, karena masih ada 10 orang siswa yang belum tuntas. Hal ini disebebkan karena siswa yang masih belum bisa memahami dan mengerjakan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
2.    Deskripsi Hasil Siklus I
a.      Perencanaan
Pada tahap perencanaan langkah-langkah yang peneliti lakukan yaitu:
1.    Peneliti menentukan kapan penelitian dilakukan.
2.    Peneliti membahas materi yang akan disampaikan kepada siswa.
3.    Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan dalam pembelajaran.
4.    Peneliti menyusun dan mempersiapkan soal evaluasi untuk siswa yang akan diberikan apada akhir  pembelajaran.
5.    Peneliti menyiapkan alat pembelajaran yang mendukung.
b.      Pelaksanaan
           Penelitian Tindakan Kelas pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2016 dengan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam perbaikan siklus I:
a.       Pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa selanjutnya guru memeriksa kehadiran siswa.
b.      Guru menyiapkan alat dan bahan.
c.       Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa.
d.      Guru menjelaskan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
e.       Guru mendemonstrasikan metode jarimatika yang akan digunakan dalam pembelajaran.
f.       Guru membimbing siswa untuk mensimulasikan penggunaan metode jarimatika.
g.      Guru memberikan soal evaluasi yang berhubungan dengan materi secara individu.
c.       Pengamatan
           Pengamatan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Hasil pengamatan dan proses belajar mengajar dapat dilihat pada prosentase dan tabel  berikut ini:
Gambar 1.2
Prosentase ketuntasan belajar Siklus I


Tabel 1.2
Rekapitulasi  Nilai Evaluasi Siswa Setelah dilaksanakan penelitian.

No
Nama
Jenis Kelamin
Nilai Evaluasi
L
P
Nilai
T/TT
1
Aziz Hanafi
L
-
7
T
2
Ahnaf Bima
L
-
6
TT
3
Afifah
-
P
9
T
4
Afiska Filiya
-
P
10
T
5
Ahmad Hidatullah
L
-
6
TT
6
Ainanda Putri
-
P
10
T
7
Aminur Rohman
L
-
8
T
8
Azemi
L
-
10
T
9
Choirun Nisak
-
P
7
T
10
Irfan Maulana
L
-
9
T
11
Jainul Hasan
L
-
6
TT
12
Karimatun Nisak
-
P
10
T
13
Kafit syaifudin
L
-
9
T
14
M. Dafin Arzakillah
L
-
8
T
15
Adlan Rofidi
L
-
8
T
16
M. Dimas Ismail
L
-
7
T
17
M. Nabil Mukarrom
L
-
9
T
18
M. Saifudin
L
-
8
T
19
M. Samsul Hadi
L
-
8
T
20
M. Yazid Bustomi
L
-
10
T
21
Nanik Mukarromah
-
P
6
TT
22
Nikmatul Fauriyah
-
P
8
T

14
8
179
18
Rata - Rata
8,14
81,8%
           
            Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan metode jarimatika diperoleh nilai rata-rata hasil evaluasi adalah 8,14 dan ketuntasan belajar  siswa mencapai 81,8% atau sebanyak 18 orang dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar sudah mencapai ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan karena siswa sudah mulai mengerti dalam penggunaan metode jarimatika.
d.      Refleksi
Tahap keempat dalam penelitian tindakan ini adalah refleksi. Refleksi proses pembelajaran siklus I adalah sebagai sebagai berikut:
1.    Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode jarimatika sudah berjalan dengan baik.
2.    Siswa sudah mulai bisa mengikuti penggunaan jari dalam jarimatika.
3.    Berdasarkan hasil observasi dapat diketahui bahwa minat belajar siswa cukup signifikan.
4.    Pada siklus I sebagian besar siswa telah mencapai nilai ketuntasan belajar minimal, sehingga tidak perlu diadakan siklus II namun guru terus berusaha untuk memberi motivasi pada siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal belajar.

B.  Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan observasi hasil belajar prasiklus yang dilakukan peneliti, diperoleh rata-rata kelas sebesar  5,86 dengan ketuntasan belajar klasikal hanya 54,5%. Hal tersebut  menggambarkan bahwa hasil belajar matematika siswa masih rendah. Hal ini disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif  dalam kegiatan pembelajaran.
Pada siklus I pembelajaran matematika memalui penerapan metode jarimatika telah dilaksanakan guru dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari aktifitas belajar siswa, hasil belajar, serta dalam pelaksanaan pembelajaran sudah berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dengan demikian penggunaan metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung dan hasil belajar siswa.










                                          



                                                            BAB V
                                    KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
       Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode jarimatika dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan siswa kelas II SDN Cengkrong kecamatan Paserpan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada saat prasiklus 54,5 menjadi 81,8 pada siklus I. Penerapan penggunaan metode jarimatika berhasil meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
B.     Saran
     Saran setelah pembelajaran dengan menerapkan metode jarimatika pada siswa SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan adalah:
1.    Saran untuk guru
     Guru bisa menerapkan metode jarimatika dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan.
2.    Saran untuk sekolah
     Sekolah mengizinkan dan mendukung untuk menerapkan jarimatika dalam pembelajaran matematik,  terutama dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan di Sekolah









                                                  DAFTAR PUSTAKA
A.Malik dkk.1996. Matematika. Semarang.
Hirjan. 1993. Pola Mengajar Matematika. Yogyakarta: Dirjendikdasmen.
R. Soedjadi, dkk. 1995. Mari Berhitung. Jakarta: Balai Pustaka.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Wulandani. Septi Peni. 2005. Jarimatika. Jakarta: Kawan Pustaka.
Tim Bina Karya Guru. 2006. Terampil Berhitung Matematika.jakarta : Erlangga.
Suciati, Dr. 2003. Belajar dan Pembelajaran. Modul 3. Motivasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.






















LAMPIRAN









Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       : SDN Cengkrong Kecamatan Pasrepan
Mata Pelajaran          : Matematika
Kelas / Semester        : II / II
Tanggal                      : Sabtu, 14 Mei 2016
Alokasi Waktu           : 2 x 35 Menit
A. Standar Kompetensi
            1. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan.
B. Kompetensi Dasar
1.4 Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500.
C. Indikator
1.4.5 Menjumlahkan bilang sampai 500.
    1.4.6 Mengurangkan bilang sampai 500

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi bab ini , siswa diharapkan dapat :
·         Menjumlahkan bilangan sampai 500
·         Mengurangankan bilangan sampai 500
v Karakter Siswa yang diharapkan : Tanggung jawab ( responsibility )
Berani ( courage ), Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ).
E. Materi Pembelajaran
·         Penjumlahan dan pengurangan ( hasil sampai 500).
F. Metode Pembelajaran
·           Metode tanya jawab
·           Metode demonstrasi
·           Metode jarimatika




G. Kegiatan Pembelajaran
No
Langkah Pembelajaran
waktu

1.
Kegiatan awal :
-          Siswa berdo’a bersama , mengucapkan salam
-          Guru mengamati kehadiran dan kerapian siswa.

Apersepsi :
-          Guru memberikan contoh soal di papan tulis.

Kegiatan inti :
a.       Eksplorasi :
-          Guru Membimbing siswa untuk memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan.
-          Guru memberikan contoh soal di papan tulis.
-          Guru meminta siswa untuk menjawab beberapa soal di papan tulis.

 Elaborasi :
-       Guru mendemonstrasikan penggunaan metode jarimatika.
-       Salah satu siswa diminta untuk maju kedepan kelas untuk mensimulasikan metode jarimatika.
-       Guru membagikan soal evaluasi.
-       Guru menjelaskan cara pengerjaannya soal evaluasi.
-       Guru berkeliling untuk mengamati kerja masing-masing siswa.

b.      Konfirmasi :
-       Guru menunjukbeberapa siswa secara acak untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.
c.       Kegiatan Akhir :
-       Siswa mengumpulkan tugas evaluasi.
-       Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
-       Guru menutup pelajaran dengan pesan moral dan salam.
10 Menit












50 Menit




























10 Menit








H.  Media dan Sumber Belajar
a.       BukuTerampil Berhitung Matematika untuk SD kelas II.
b.      Buku LKS Matematika.
c.       Buku jarimatika

I.       Penilaian
a.      Prosedur penilaian
1.      Penilaian proses (tes lisan)
2.      Penilaian hasil (tes tulis)
b.      Instrumen penilaian
1.      Intrumen penilaian :
o   Rubrik penilaian proses
2.      Instrumen penilaian hasil
o   Evaluasi
o   Lembar Penilaian Hasil
o   Rubrik Penilaian Hasil
J. Lampiran- lampiran
                        - Rangkuman Materi
            - Evaluasi
            - Lembar Penilaian
           















                                                                                     Pasuruan, 14 Mei 2016       
            Mengetahui
             Guru kelas                                                       Mahasiswa




          BAGUS FEBRIANTO, S.Pd.SD                   FITRI NURAINI
                                                                                     NIM. 824692457



Kepala Sekolah
SDN CENGKRONG




MARKASAN, S.Pd
NIP. 19600211 198112 1 003








Lampiran 2                                       
Soal Evaluasi
Nama               :
No. Absen       :
Kelas               :
                                               
                                                Penjumlahan dan Pengurangan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1.      76 + 130          =
2.      130+70            =
3.      147+125          =
4.      24+124+127    =
5.      125+32+137    =
6.      53-22               =
7.      85-64               =
8.      157-39-16        =
9.      241-25-108      =
10.  172-11-29        =

                                               




Lampiran 3

                                                Kunci Jawaban
1.      206
2.      200
3.      272
4.      275
5.      294
6.      31
7.      21
8.      102
9.      108
10.  132












Lampiran 4
                                                     LEMBAR PENILAIAN
Hasil Evaluasi Pra Siklus
No
Nama
Jenis Kelamin
Nilai Evaluasi
L
P
Nilai
T
1
Aziz Hanafi
L
-
6
T
2
Ahnaf Bima
L
-
7
T
3
Afifah
-
P
4
TT
4
Afiska Filiya
-
P
5
TT
5
Ahmad Hidatullah
L
-
8
T
6
Ainanda Putri
-
P
7
T
7
Aminur Rohman
L
-
7
T
8
Azzam
L
-
5
TT
9
Choirun Nisak
-
P
5
TT
10
Irfan Maulana
L
-
7
T
11
Jainul Hasan
L
-
7
T
12
Karimatun Nisak
-
P
6
T
13
Kafit syaifudin
L
-
4
TT
14
M. Dafin Arzakillah
L
-
4
TT
15
Adlan Rofidi
L
-
5
TT
16
M. Dimas Ismail
L
-
6
T
17
M. Nabil Mukarrom
L
-
5
TT
18
M. Saifudin
L
-
5
TT
19
M. Samsul Hadi
L
-
7
TT
20
M. Yazid Bustomi
L
-
7
T
21
Nanik Mukarromah
-
P
7
T
22
Nikmatul Fauriyah
-
P
4
T

14
8
129
12
Rata - Rata
5,86
54,5%

Lampiran 5

.  FORMAT KRITERIA PENILAIAN      
Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.



3.
Pengetahuan



Praktek



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* aktif  Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

4
2
1





Lampiran 6
                                                LEMBAR PENILAIAN

No
Nama
Jenis Kelamin
Nilai Evaluasi
L
P
Nilai
T/TT
1
Aziz Hanafi
L
-
7
T
2
Ahnaf Bima
L
-
6
TT
3
Afifah
-
P
9
T
4
Afiska Filiya
-
P
10
T
5
Ahmad Hidatullah
L
-
6
TT
6
Ainanda Putri
-
P
10
T
7
Aminur Rohman
L
-
8
T
8
Azam
L
-
10
T
9
Choirun Nisak
-
P
7
T
10
Irfan Maulana
L
-
9
T
11
Jainul Hasan
L
-
6
TT
12
Karimatun Nisak
-
P
10
T
13
Kafit syaifudin
L
-
9
T
14
M. Dafin Arzakillah
L
-
8
T
15
Adlan Rofidi
L
-
8
T
16
M. Dimas Ismail
L
-
7
T
17
M. Nabil Mukarrom
L
-
9
T
18
M. Saifudin
L
-
8
T
19
M. Samsul Hadi
L
-
8
T
20
M. Yazid Bustomi
L
-
10
T
21
Nanik Mukarromah
-
P
6
TT
22
Nikmatul Fauriyah
-
P
8
T

14
8
179
18
Rata - Rata
8,14
81,8%

Lampiran 7
                                                Dokumentasi pembelajaran